Tampilkan postingan dengan label foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label foto. Tampilkan semua postingan
0

Seusang Cangkir Kopiku

.


Tiba saatnya;
kau hanya bisa menatap cangkir kopimu dibawah rinai pagi,
dan membiarkan hujan menceritakan kecemasannya.


.
0

Kepada Rinai Pagi

.

kepada kamu...
ijinkan pesakitanku sedikit bersandar,
dia sudah terlalu lelah, sendiri.


kepada rinai pagi...
tolong sampaikan pesan ini,
bahwa lukaku masih setia disini,
menunggu goresan tak bernama, selanjutnya.


.
0

Tentang Pelangi

.



Tolong jelaskan,

Adakah yang lebih setia dari sebuah pelangi?
dia yang tak pernah jera menunggu hujan reda.

Adakah yang lebih tabah dari sebuah pelangi?
Sejenak datang untuk meronakan hari,
lalu mengalah pergi untuk matahari.

Sedang kamu,
yang belum juga menyadari akan aku, disini.



.
0

Asaku Patah, Lagi.

.


Asaku patah, lagi.


.
0

Untuk Sebuah Rindu

.




Atas segala kesederhanaanmu, keceriaan, peluh dan bahagiaku,
aku merindukanmu, Jogja.



.
0

Gerimis Pagi

.




...dan pada sebuah gerimis pagi, bumi sedang menuliskan puisi kehilangannya.
tentang kita, yang tak pernah lagi ada.



.
0

Tentang Sebuah Kerinduan

.



Kerinduanku sudah diambang pesakitan,
kepada sunyi,
sampaikan salam untuk anak rinduku, disana.
Dia telah basah oleh air mata, dia sekarat.


.

0

Secangkir Purnama

.



Secangkir Purnama; 
tempat pikiran-pikiran tersembunyi berenang ke tepi kepulan asap kopi.



.
0

selaksa hujan

.



...and i love rain, with all its painful things.


.
0

selalu, sama.

.



"Dan saat semuanya menjadi terbalik, aku masih akan melihatmu dengan sama"
_Ne.



.
Back to Top