0

untukmu, Merbabu

...


_sebuah nyanyian alam


belum sesak tekad ini memenuhi panggilanmu. belum genap nyali ini untuk menginjakkan kakiku di tanahmu.belum kudapatkan ijin untuk menghirup dingin udaramu, Merbabu. sahabat. ya, sahabat dorongan terbesarku saat itu. dengan badan gempal, tak pernah tersentuh olah raga, dan perokok cukup aktif. kuniatkan untuk memprasastikan pijakan kaki ini di puncak kesombonganmu, Merbabu.

sebuah kecongkakan sang Merbabu

perjuangan. keberanian. pengorbanan. sahabat. dan Allah tentunya. hanya itu modalku yang ditutupi semua kelemahanku. seorang pemula yang penuh kekurangan datang untuk membungkam kecongkakanmu, Merbabu. langkah awal yang semangat. perjalanan awal yang berat menyengat. bukan matahari musuh kami kala berangkat. karena malam perjalanan berangkat kami. tapi keluh kesah dan kaki. musuh nyata dalam pribadi. empat sahabat yang sangat sabar menghadapi. empat sahabat yang selalu menyemangati. berat. sangat berat bagiku seorang pemula. walaupun banyak sekali orang bilang Merbabu gampang. tapi tidak untukku.

namun. masa sulit pun akhirnya terlewati. satu hal yang kupelajari. musuh terbesarmu bukan siapa-siapa dan orang lain. tapi kita. diri kita sendiri. jalan mulai menanjak dan dingin mulai meraja. angin pun tak kalah memaksa. langkah demi langkah. hela nafas yang semakin tertata berirama. berharmonisasi dengan kepak langkah beban dipundak. semakin menambah deburan semangat untuk memperkosa puncakmu, Merbabu.

waktu. kondisi. dan sahabat. bukan sunrise lagi yang kami kejar. bukan waktu lagi musuh kami. tapi persahabatan dan kebersamaan. dini hari. tiga perempat malam di jam kami. masih sempat jika ingin melihat matahari menggantikan khusyu'nya bulan bernyanyi untuk kami. namun keadaan yang memaksa. kami putuskan pagi esok kami lanjutkan. di atas padang rumput dan bukit kecil. kami dirikan tenda. dipelototi perkasa sang Merapi dan bekunya pandangan Lawu. sembari memasak sekedar mengisi perut dan mencumbui dinginnya udara yang sangat iseng melintas tanpa batas. demi kau, Merbabu. 

dingin pagi mulai menusuk sumsum tulang kala terbangun dari lelap lelah tidur kami. matahari tersenyum hangat untuk kami. kaki yang terasa merapuh kembali ditantang oleh intipan tajam tanah 3142 M dpl itu. energi terisi. semangat berapi. 'puncak, aku segera datang!' teriakku dalam hati. dua jam yang sangat menantang diri. kembali seperti awal perjalanan. menata ritme perjalanan. gagal. tak kudapat. namun satu yang kutahu. aku punya sahabat. adik. teman. Danang. special aku tulis namamu disini. atas kesabaranmu mengantarku ke puncak. Donis. Angga. Ryo. dan Agus atas semangat kalian selama perjalananku. dan delapan belas temanku yang lain atas semua motivasi kalian untukku. aku sampai puncak!!! aku pecundangi kau, Merbabu.

sebuah perjuangan tanpa batas logika.
sebuah perjalanan tanpa batas peluh.
sebuah perjalanan persahabatan.
sebuah perjalanan perjuangan.
sebuah perjalanan pengorbanan.
sebuah kisah yang kan selalu hidup.
dihati.
dialiran darah ini.




Merbabu, 20-21 Mei 2011
terima kasih sahabat atas semua ini.
kalian yang sangat berarti.



Muhammad Khadafi

0 comments:

Back to Top