Tampilkan postingan dengan label untuk ayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label untuk ayah. Tampilkan semua postingan
0

Ayah, Pemilik Cinta Yang Terlupakan

.


Seorang Ayah tak akan begitu nampak cintanya,
Ia selalu menyembunyikan cintanya dibalik kelembutan ibu,
Rindunya senantiasanya terpendam dibalik ketegasannya.

Kasihnya akan terlihat setelah ia tiada,
Pesannya akan tersimpan saat kita mengenang
kalimat-kalimat pedasnya untuk kita,
anak yang selalu ingin dijaga dan diayominya,

Sayangnya begitu sejati dibalik kekerasannya mendidik,
menjadikan anak-anaknya manusia yang bisa berarti, berguna.

Cintanya sangat utuh bisa kita rasakan
ketika ia telah meninggalkan kita, selamanya.


_Eidelweis
0

reflection

Piring Kayu dan Gelas Bambu 


SEORANG lelaki tua yang baru ditinggal mati isterinya tinggal bersama anaknya, Arwan dan menantu perempuannya, Rina, serta cucunya, Viva yang baru berusia enam tahun. Keadaan lelaki tua itu sudah uzur, jari-jemarinya senantiasa gemetar dan pandangannya semakin hari semakin buram. 



Malam pertama pindah ke rumah anaknya, mereka makan malam bersama. Lelaki tua itu merasa kurang nyaman menikmati hidangan di meja makan. Dia merasa amat canggung menggunakan sendok dan garpu. Selama ini dia gemar bersila, tapi di rumah anaknya dia tiada pilihan. Cukup sukar dirasakannya, sehingga seringkali makanan tersebut tumpah. Sebenarnya dia merasa malu seperti itu di depan anak menantu, tetapi dia gagal menahannya. Oleh karena kerap sekali dilirik menantu, selera makannya pun hilang. Dan tatkala dia memegang gelas minuman, pegangannya terlepas. Praaaaaannnnngggggg !! Bertaburanlah serpihan gelas di lantai. 



Pak tua menjadi serba salah. Dia bangun, mencoba memungut serpihan gelas itu, tapi Arwan melarangnya. Rina cemberut, mukanya masam. Viva merasa kasihan melihat kakeknya, tapi dia hanya dapat melihat untuk kemudian meneruskan makannya. 



"Esok ayah tak boleh makan bersama kita," Viva mendengar ibunya berkata pada kakeknya, ketika kakeknya beranjak masuk ke dalam kamar. Arwan hanya membisu. Sempat anak kecil itu memandang tajam ke dalam mata ayahnya. 



Demi memenuhi tuntutan Rina, Arwan membelikan sebuah meja kecil yang rendah, lalu diletakkan di sudut ruang makan. Di situlah ayahnya menikmati hidangan sendirian, sedangkan anak menantunya makan di meja makan. Viva juga dilarang apabila dia merengek ingin makan bersama kakeknya. 



Air mata lelaki tua meleleh mengenang nasibnya diperlakukan demikian. Ketika itu dia teringat kampung halaman yang ditinggalkan. Dia terkenang arwah isterinya. Lalu perlahan-lahan dia berbisik: "Miah... buruk benar layanan anak kita pada abang." 



Sejak itu, lelaki tua merasa tidak betah tinggal di situ. Setiap hari dia dihardik karena menumpahkan sisa makanan. Dia diperlakukan seperti budak. Pernah dia terpikir untuk lari dari situ, tetapi begitu dia teringat cucunya, dia pun menahan diri. Dia tidak mau melukai hati cucunya. Biarlah dia menahan diri dicaci dan dihina anak menantu . 



Suatu malam, Viva terperanjat melihat kakeknya makan menggunakan piring kayu, begitu juga gelas minuman yang dibuat dari bambu. Dia mencoba mengingat-ingat, di manakah dia pernah melihat piring seperti itu. "Oh! Ya..." bisiknya. Viva teringat, semasa berkunjung ke rumah sahabat papanya dia melihat tuan rumah itu memberi makan kucing-kucing mereka menggunakan piring yang sama! 



"Tak akan ada lagi yang pecah, kalau tidak begitu, nanti habis piring dan mangkuk ibu," kata Rina apabila anaknya bertanya. 
Waktu terus berlalu. Walaupun makanan berserakan setiap kali waktu makan, tiada lagi piring atau gelas yang pecah. Apabila Viva memandang kakeknya yang sedang menyuap makanan, kedua-duanya hanya berbalas senyum. 



Seminggu kemudian, sewaktu pulang bekerja, Arwan dan Rina terperanjat melihat anak mereka sedang bermain dengan kepingan-kepingan kayu. Viva seperti sedang membuat sesuatu. Ada palu, gergaji dan pisau di sisinya. "Sedang membuat apa sayang? Berbahaya main benda-benda seperti ini," kata Arwan menegur manja anaknya. Dia sedikit heran bagaimana anaknya dapat mengeluarkan peralatan itu, padahal ia menyimpannya di dalam gudang. 



"Mau bikin piring, mangkuk dan gelas untuk Ayah dan Ibu. Bila Viva besar nanti, supaya tak susah mencarinya, tak usah ke pasar beli piring seperti untuk Kakek," kata Viva. 



Begitu mendengar jawaban anaknya, Arwan terkejut. Perasaan Rina terusik. Kelopak mata kedua-duanya basah. Jawaban Viva menusuk seluruh jantung, terasa seperti diiiris pisau. Mereka tersentak, selama ini mereka telah berbuat salah ! 



Malam itu Arwan menuntun tangan ayahnya ke meja makan. Rina menyendokkan nasi dan menuangkan minuman ke dalam gelas. Nasi yang tumpah tidak dihiraukan lagi. Viva beberapa kali memandang ibunya, kemudian ayah dan terakhir wajah kakeknya. Dia tidak bertanya, cuma tersenyum saja, bahagia dapat duduk bersebelahan lagi dengan kakeknya di meja makan. Lelaki tua itu juga tidak tahu kenapa anak menantunya tiba-tiba berubah. 



"Esok Viva mau buang piring kayu dan gelas bambu itu" kata Viva pada ayahnya setelah selesai makan. Arwan hanya mengangguk, tetapi dadanya masih terasa sesak. 



MORAL OF THE STORY - Hargailah kasih sayang kedua orang tua kita. Bapak Ibu kita hanya satu, setelah meninggal tidak akan ada pengganti. Jadi, berbaktilah kepada mereka selagi hidup !


...
0

for my lovely dad!

...

English Version of 'Untuk Ayah'



Typically, for a girl of full age, who was working in overseas, who joined her husband wander outside the city or abroad, who were at school or college away from her parents .. will often feel very missed by her mother.
So what about Papa?
Maybe because she is more often called to see you doing every day, but do you know, if it turns out Papa was a reminded to call you Mama?
Maybe once when you're little, Mama was the one who more often take you told me or told me, but you know that after Papa worked and with tired faces at Mama Papa always asks about are you and what did you do all day?
By the time you are still a little girl .. Papa usually taught her little daughter to ride a bike. And can pick up after Papa, Papa will release the auxiliary wheels on your bike ... Then Mama said: "Not yet Dad, do not be removed once the wheels help him" Mama's afraid of falling and hurt the sweet daughter .... But realize you? Papa with confidence that will let you, look at you, and take care pedaled carefully because she knows her little girl SURE CAN.

When you cry whine request new dolls or toys, Mama look at you with pity. But Papa would say emphatically: "Can we buy it later, but not now" Did you know, Dad did it because he does not want you to become a spoiled child with all the demands which can always be met?

When you're a cold, Papa is sometimes a little too afraid to yell, saying: "Already in the say! You do not drink cold water!". Unlike Mama who observe and advise you gently. Know when it is really worrying Papa doin.

When you've got teenagers .... You start demanding on Papa to be able to license out the night, and Papa was firm and said: "Not Allowed!". Did you know that Daddy did it to take care of you? Because for Papa, you is something very - very unusual precious ..
After that you're mad at Daddy, and entered the room, slamming the door ... And who comes knocking doors and persuade you to avoid anger is Mama .... Did you know that when it Papa closed his eyes and holding within his inner turmoil, that Papa was eager to follow your wishes, but again he MUST take care of you?

When a boy started to call you often, or even come to the house to see you, Daddy would put the world's coolest face .... : ')
Papa occasional eavesdropping or peeping when you are chatting together in the living room .. You realize, if liver Papa felt jealous?

When you begin to be more credible, and Papa loosen some rules to leave the house for you, you will be forced to violate at night.
So who do Papa was sitting in the living room, and waiting to go home with a heart that is very worrying ... and after feeling worried that a protracted ... when she saw her little girl came home late at night hearts will harden and Papa will be angry to you .. You realize, that this was because it was feared that the father will soon come? "That little girl will soon leave Papa"

After graduating from high school, Dad will be a little force you to become a doctor or engineer. Know that all coercion is done Daddy was alone - the eyes just thinking about your future later ... But then Papa keep smiling and supporting you when your choice is not in accordance with the wishes Papa

When you become an adult girl .... and you have to go to college another town ... Papa should let you at the airport. Did you know that Papa's body was stiff to hold you? Papa just smiled as he gave this advice - that, and tell you to be careful. And Papa wanted to cry like Mama and hug you tight. What Papa do is remove a little tear in the corner of his eyes, and patted the shoulder saying "Take care of yourself well yes dear".
Daddy did it all for you STRONGER ... strong to go and become adults.

When you need money to finance half of the money and life, the first person is frowned Papa. Papa must have tried hard to find a way so that their children can feel the same with other friends.

When the request is no longer simply asking a new doll, and Dad knew he could not give what you want ... The words that came out of Papa's mouth is: "No. .... No way!" Whereas in the inner Papa, he was eager to say "Yes dear, I'll buy you Papa." Did you know that at the time Papa was failing to make child smile?

It's time you graduated as a scholar. Papa was the first to stand up and applaud you. Papa will smile with pride and satisfaction of seeing "a spoiled little girl who did not grow up successfully, and has become someone"

Until now, a friend of your boyfriend came to the house and asked permission at Papa to take you from him. Papa would be very careful about giving permission .. Because Daddy knows ..... That man is what will replace his position later.

And finally .... When Papa saw you sitting on the bridal dais Stage with one man who in the think of it worthy of replacing it, Papa smiled happily ....
Do you know, in a happy day that Papa went backward stage for a while, and weep?
Papa cry because daddy is very happy, and then Papa pray .... In a quiet prayer to God, Papa says: "O Lord my job was well done .... My little girl is cute and I love has become a beautiful woman ....  Make she and her husband happy ..."
After that Papa can only wait your arrival with his grandchildren who occasionally come to visit ...
With that hair and the white .... And body and arms are no longer strong enough to take care of you from danger ....
Papa has completed his job ....
Our Daddy ... Is the figure which should always look strong ... Even when he was not strong to not cry ...
He should see the firm even when he wants to pamper you. .
And he was the first person who always believes that "YOU CAN" in all things ..

I dedicate to my friends a beautiful woman, who has since stepped adulthood as well as for my male friends who will be a WORLD champion DAD!

nb: for a friend "who had lost family members, believe that their love still lies within you. What you can do now is send him a bit of prayer and give honor to fight for your family. Believe that DAD is the first person always believed that YOU CAN in all respect!




thx dad, thx mom...


www.artikel-motivasi.blogspot.com


....
0

untuk ayah.....



Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.. Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya"
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.


Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?


Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.


Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak Boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?


Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?


Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...dan setelah perasaan khawatir itu berlarut- larut... ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"


Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa


Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.


Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.


Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?


Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"


Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.


Dan akhirnya.... Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan
bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa
pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..


aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang kini sudah menginjak masa dewasa serta untuk teman-teman pria ku yang akan menjadi AYAH JUARA 1 SEDUNIA!


nb: bagi teman" yg sudah kehilangan anggota keluarganya, percayalah bahwa cinta mereka tetap ada di dalam diri kalian. Yang bisa kalian lakukan saat ini adalah mengirimkan beliau sekelumit doa dan berjuanglah demi memberikan kehormatan bagi keluarga kalian. Percayalah bahwa AYAH adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal. 

 *anonim

thx mom, thx dad........
Back to Top