0

#mata


Selamat pagi, mata?
Apa aku terlambat mengucapkannya?

Pagi selalu sempurna untuk sebuah awal yang terjaga.
Harapan itu, dan segala apapun tentangmu.
Dulu, ada satu keajaiban yang membangunkanku dari ruang hampa, 
dan kamulah orangnya.
Kini, aku masih percaya, akan ada keajaiban kedua.
Siapa lagi kalau bukan kamu muaranya.

...


_eMKa
0

#kamu!


Apa kabar engkau, pemilik lugu mata? masihkah terjaga?
Aku menginginkanmu terjaga; ditidurku. Mendekatlah!
Letakkan lelah dipundakku. Kan kujaga hingga kau lelap.

...

_eMKa
0

#keakuanku

...

Kemarin getar itu tampak begitu nyata. terpendar begitu saja dari cangkang keakuan yang merama-rama di tepian senja. Hari ini, getar itu menggamit ragu. Tak terhunus karena diammu menengahi segala ruang.

Tapi sungguh, getar itu tak pernah hilang. Damba itu juga masih setia bersemayam dalam adaku.

Jika ini memang cinta, aku hanya tahu bagaimana cara mengungkapkannya dalam ketelanjangan apa adanya; dengan segenap raga, hati, dan jiwaku yang mengulum kepasrahan tanpa syarat.

Masihkah ragu menutup mata hatimu? Mestinya kamu tahu...awal yang kita jejak, semua mungkin terasa hanya menjadi sekelebat mimpi saja. Tapi kita tak pernah tahu, kalau rasa itu tiba-tiba sudah ada di depan mata. Dan tahu-tahu...semua berubah menjadi begitu nyata; #dearyou.

... 
0

#sepi

...

sapaku mulai tertatih mencari jejakmu
tak kudengar lembut bisikmu mengusik sepiku
berbisiklah meski hanya berdesir bersama angin
tak apa.  aku hanya ingin mendengar suaramu detik ini
itu saja!
karena ternyata, sepiku tak usai
menyergap sadarku dari puing keterasingan

rinduku pun tak usai
merapal namamu dari jerit ketakutan
cintaku pun tak juga usai
memasung hatiku hanya untuk satu namamu
apakah ini nyata atau semu?
apakah ini janji atau semata ilusi?
hanya kalam batinmu yang mampu mengurai
aku hanya mampu mengibarkan bendera tanda
selebihnya, biarlah dirimu yang mengulur benang talinya
itu saja.


_emka
2

#apaadanya

...

aku tak pernah berpikir mencintaimu, walau cuma sekejap
tapi yang terjadi tak ubahnya alur nasib yang terbalik
aku mencintaimu sejak kali pertama
saat lembut sapamu terucap dan mata lugumu menggugat
tanpa kusadari lajunya, satu tahun sudah aku menunggumu
mengurungku dengan cinta satu-satunya
kubela tanpa harus aku bertanya-tanya
bukankah cinta memang tak pernah butuh alasan, meski cuma satu huruf?!
sepertinya, iya...!

inilah saatnya kuluruhkan keakuanku?!
mendakwa satu rindu untukmu
menepikan setiap inci logika menjadi cinta
yang seiya berdamai dengan palung jiwa
sepertinya, aku harus melakukannya!
bukan semata rindu yang mengerontangkan bejana asa
tapi lebih karena tulus yang menasbihkannya
apa adanya, begitu saja!

...
0

#luka

...

aku patah
saat kusadarkau tlah beranjak pergi dari tepiku
membiarkanku termangu diam tertusuk kecewa
kau sudahi cerita rindu
dengan bahagia yang bukan untukku

apakah kau tahu
kini hanya ada lara yang tertinggal
satu demi satu membunuh setiaku
bersama sepi menyulutkan benci
bertahta dalam palung hati

kini semua telah usai
kau buat kumerasakan damba semu
apa yang kuyakini cinta
tak berarti apabagimu
dan hatimu tak pernah kau sisakan,
untuk diriku

aku pergi karena mencintamu...


...
0

#semestamu

...


Satu-satunya kesalahanku adalah mencintaimu. Kesalahan berlapis yang kusyukuri.

Karena tak pernah ada penyesalan yang mengikuti.
Karena bisa mencintaimu, adalah sebuah keajaiban sempurna yang mengakar lekang dalam barisan hari. 
Hari itu —ketika kita bersama mengucapkan janji, tunduk teduh pada keakuan hati, detik ini dan selamanya, nanti.
Absurd tapi absolut.
Begitu mengagumkan kemiripan antara cinta dan kegilaan.
Dua-duanya serba tak terduga.
Rinduku padamu telah membumihanguskan kewarasan, itulah nyatanya.
Seperti nyala lilin yang membakar dirinya hingga luluh lantak pada ketiadaan.
Menjadi awal seperti sedia kala, senyawa dalam dirinya tanpa api yang berpijar sebagai titik pengakhirannya.


_emka
0

#ruang

...


Di ruang tanpa kata, rindu itu tersandera. Menjadi tahanan di taman kota yang tak lelah memproklamirkan janji-janji penyatuan. Riuh menggelitik getar yang lama tersimpan di tebing ketakutan.

Di ruang tanpa kata, rindu itu tunduk teduh pada keakuan perasaan. Setia berkelok pada muara hati yang bernaung atas nama cinta. Tanpa syarat,  merelakan diri berkubang tawa-merekah dan peluh-gelisah yang silih berganti memamah bahagia juga luka.

Di ruang tanpa kata, kesetiaan itu tetap terjaga. Menunggu datangnya masa saat perjamuan mencetak nyata. Dua wajah bertemu, saling tatap dari kedalamannya dan menghidangkan cinta sebagai menu utama yang merunut pada mata hati, senyatanya.


_emka
Back to Top