Tampilkan postingan dengan label untukmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label untukmu. Tampilkan semua postingan
0

Jangan datang, dulu!

.


Jika Tuhan mengijinkan, 
cinta bisa datang dari tempat beribadah yang berbeda.

Jangan datang dulu, Tuhan belum setuju!

Malaikat pun menangis,
ketika sebentuk cinta mengaku memiliki dua Tuhan yang berbeda.
Tuhan tersenyum di atas sana,
kita yang memanggil namanya dengan berbeda.
Siapa tahu di atas sana Tuhan menyetujui perbedaan kita.

Jangan tanyakan aku,
bagaimana rasanya berpisah karena cara berdoa yang tak sama.
rasa itu belum ada namanya, asing.

aku suka mendengarmu mengaji,
kamu suka mendengarku bernyanyi.
Tuhan memang pecinta yang hebat
sampaikan salam untuk Tuhanmu.
Terima kasih karena kamu dicipta lalu tak boleh kucinta.

Bagaimana mungkin Tuhan bisa digadaikan,
milik kita saja bukan, kita miliknya.
Aku kira itu baru benar.

Darimana kamu tahu kalau kita berpisah,
Tuhan kita masing-masing tidak menangis?
Tolong beritahu aku,
apa perbedaan cinta ciptaan Tuhanmu dengan ciptaan Tuhanku?

Jangan pernah bilang kamu tidak kuperjuangkan,
aku hanya tidak sampai hati jika cintamu kepada Tuhanmu berhenti.

Rumah Tuhan kita bersebarangan, kita bisa bertemu di tengah jalan.
nanti kalau sudah dipanggil, kita sama-sama pulang.

Tuhanmu menciptakan engkau terlalu indah,
bahkan sangat indah.
sekarang, kalau aku jatuh cinta kepadamu, apa Tuhanmu marah?
tolong tanyakan Tuhanmu,
bolehkah aku yang bukan umatNya mencintai hambaNya??



_asya.


0

Surga Yang Kupiilih Sendiri

.


Sepertinya aku semakin sulit memahami rindu.
Seketika saja aku bisa mendengar tawa yang pecah seperti hujan,
lalu disaat yang sama, mendengar isakan tangis yang tertahan,
semacam nyanyi hujan di kejauhan.
Andai saja aku bisa menyederhanakan rindu,
sesederhana mereguk secangkir kopi hangat,
dibawah langit yang gerimis sebuah balkon kamar.

Kau tahu sayang?
Aku selalu memimpikan untuk pulang. 
Pulang menuju rumahku yang sesungguhnya.
Pulang ke tempat dimana hanya ada kita,
dua tungku perapian, dan selimut tebal coklat tua.
Apakah ada surga yang lebih indah daripada itu?
kalaupun ada, aku akan memilih surgaku sendiri,
bersamamu.

Kaulah segala peristiwa,
rangkai cerita disepanjang koridor masa,
meninggalkan sejuta kata,
melabuhkan rahasia,
mengekalkan rindu.
Apakah waktu? Apakah luka?
apapun, aku hanya menolak rindu, menyaksikanmu tak ada. 
Sungguh,
segalanya akan menjadi seluruh yang utuh, rinduku, Tuhanku.



.
0

Berdamailah, kamu.

.

kalau aku.. 
BUKANNYA TERPAKU DIMASA LALU..
TAPI MEMILIH YANG TERBAIK UNTUK MASA DEPAN..
kalau belum ditemukan aku hanya perlu yakin..
bahwa seseorang telah dipersiapkan..
aku saja yang belum sampai tujuan..


.nai
0

Surat Untuk Kamu.

...


Ini bukan surat.
Ini sebuah pelukan.

Dekap secarik kertas ini ke dadamu tekan dengan kedua lenganmu.
Ini saya, yang kamu peluk.
Ini bukan surat.
Ini sebuah ciuman. Tekan secarik kertas ini ke bibirmu.
Ini saya, yang kamu cium.
Ketika kamu menatap kertas ini,

membaca kalimat yang tertulis tangan di dalamnya.
Adalah saya yang kamu tatap. Adalah saya yang tangannya kamu genggam.
Doakan saya. Mungkin kita akan bertemu lagi di suatu masa.
Atau mungkin kita berpapasan di suatu kota dan tidak menyadarinya.
Ingat satu hal. Sejauh apapun saya melangkah. Dengan siapapun saya berada.
Hati saya masih untuk kamu. Jika kamu lupa. Buka surat ini.


-Saya.
0

kepada seorang kamu.

...


segala aksara yang terlisan pun tak terkata,
segala nafas dan desah pada sebuah tanda kehidupan,
aku mencintaimu disela hidup yang semakin redup,
aku tak tahu dimana dan kapan langkahku kan berakhir,
aku tidak tahu kapan tarianku kan membeku dan tersingkir,
yang aku tahu, kamu ada disini, meski hanya mampir.

aku ini hanya seonggok kecil,
yang mencari dirinya yang hilang hingga ke seberang lautan,
yang ternyata aku nyaris melewatkanmu yang ada di tempat semua ditinggalkan,
meski terpisah, aku tak menyesal karena kamu tetap aku temukan.

sebagai anak manusia yang tidak memiliki kuasa apa-apa,
kepada hujan, kepada lautan, kepada cuaca,
kepada telinga Tuhan melalui semesta,
kusampaikan sebuah pesan sarat harapan dan keinginan,

kepada seorang kamu,
aku ingin mengoyak lagi bilur pilu di hatiku.
kepada seorang kamu,
aku ingin tertawa kemudian menangis dengan alasan yang sama.
kepada seorang kamu,
aku ingin menjadi yang kau sebut, lelakiku.


_elwa
0

kamu, lagi!

...

Semua yang telah kita jalani bukan buang-buang waktu, 
apalagi sia-sia.
Setiap detiknya berharga dan bermakna.
Melekang indah pada sejarah semesta.

Sekarang aku percaya.
Kita tidak mencinatai karena kepercayaan,
tapi kita percaya karena kita mencintai.

...dan dalam hujan itu kutemukan 
tawa dan tangis mengeja bahagia bersamamu, 
satu demi satu!!

...dan entah sebagai awal atau akhir, 
aku tetap menginginkanmu sebagai tokoh utama 
dalam setiap inci cerita bahagia dan sedihku!!

Kadang, cinta tak perlu bicara.
Dalam diam pun cinta mampu berkata-kata.
tentang aku,
tentang kamu,
tentang hujan,
dan tentang kita!!

_emka
0

kepada waktu, yang mengajariku menunggu.


...

Aku selalu kagum, kepada setiap ketukan detik, yang merangkak pelan-pelan pada jam dinding bundar itu.
Selalu saja penuh rahasia, menyelundup diam-diam, namun tak pernah lupa menanam benih-benih cerita.
Kau, aku, adalah jiwa-jiwa yang menari, berpijak dari satu titik ke titik lainnya, menebar tawa, meluruhkan air mata, melahirkan sebuah peristiwa.
Kepada celah sunyi, malam melantunkan jiwanya,
disela nyanyian-nyanyian angin yang sekilas melintas, menggoyangkan ranting-ranting kurus diujung jalan.
Malam sudah semakin membungkuk, mungkin terlalu takut bertemu pagi.
Rembulan sudah mati, hilang pendarnya ditepi subuh, hanya hening, selebihnya cuma rindu.


_Acho
0

masih tentang kamu


...

Bahwa semuanya masih tentang kamu,
rindu yang enggan pergi,
peluk yang berbalas sepi,
dan senja yang kunikmati sendiri.

Kembalilah, di sini masih ada aku yang butuh kamu.
Masih ada seutuh-utuhnya hati untuk kamu nikmati.
Berbahagiakah kamu di sana tanpa aku?
Yang terbiasa menjadi pasangan dari cangkir putih kopimu.

Bahwa semuanya masih tentang kamu,
jemari manis yang pernah menguatkanku,
kecupan hangat yang pernah melemahkan egoku,
juga tatapan paling mesra yang pernah mempertahankanku.

Kembalilah, di sini masih ada aku yang butuh kamu.
Masih ada segala rasa dan alasan untuk kita jatuh cinta lagi.

ChachaThaib
0

Sepi Takkan Pernah Bisa Sederhana

       ...

       Konon, sepi itu membunuh, menghimpit paru-parumu terlalu kencang, sampai kau lupa bagaimana caranya bernafas. Ujung dadamu selalu terasa kian sesaknya, hingga terkadang kau tak sadari, matamu sudah berkabut, yang pada akhirnya berlumuran air mata. Sungguh, sepi tak pernah bisa terasa sederhana, kerap kali membuatmu meradang, dan selalu saja mempecundangimu, dengan cara seperti itu.

       Sulit memang jika Tuhan sudah punya keinginan, Dia tak pernah bisa bersabar. Dan sukar bagimu untuk menang, saat kau berurusan dengan takdir, karena takdir sama sekali tak bisa menunggu. Kau hanya bisa duduk manis menerimanya, dipaksa merasakannya, dan kau sangat sadar, kalau kau tak mampu mengubah apapun didalamnya. Takdir hanya bisa memberimu pesan, bahwa dunia bukanlah tempat, dimana semua keinginan bisa terwujud.

       Inilah Tuhan, sang maha pengasih, lagi maha penyayang, tapi disatu sisi, Dia terbukti maha kuat. Saking kuatnya, hanya dalam hitungan detik, dia bisa membuatmu tersungkur, jatuh kedalam jurang kepedihan, mencabik sedikit demi sedikit dinding-dinding jiwamu, yang semakin lama semakin terlihat ringkih.

       Melanjutkan hidup, tentu saja, karena memang hidup pasti akan berlanjut dengan sendirinya. Hanya saja, hidup ini tak cukup hanya sekedar untuk dilanjutkan, tapi juga patut dirayakan. Dan kepergianmu, membuat segalanya menjadi sulit, dan kerap kali membuatku bertanya, bagaimana caranya merayakan hidup, saat kau berada dititik ini, titik dimana Tuhan telah membuat kita bermandi jarak, berpeluh sepi, dan terus terbenam dalam kekosongan.

       Kaulah rindu itu, sesaat dalam pelukan, lalu kini melepas pergi, sementara aku masih ingin sekali menari. Sialnya, hidup harus terus berjalan, bergerak dan terus melaju dengan congkaknya. Dan kini, akupun terpaksa harus sekarat dihadapan kenyataan.


_Muhadkly Acho
0

ada yang tenggelam.

...


ada yang mengapung di dalam matamu sesuatu seperti luka. tapi riaknya terlalu kecil untuk membuatku sadar bahwa rindu kita telah tercemar. mungkin kau menyimpan semuanya rapat-rapat hanya untuk menunggu waktu yang benar mengirimiku kartu ucapan bergambar darah dengan sebuah tulisan berbunyi 'terlambat'.

ada yang mengambang di sudut bibirmu sesuatu seperti luka. tapi gelombangnya terlalu tenang untuk membangunkanku dan dingin napasmu ternyata enggan menyelamatkan sepi yang kau tanam di seluruh mimpi. mungkin waktu terlalu naif dan jarak selalu lupa merekam rasa sesak yang kita nikmati berdua.

ada yang tenggelam di dasar kenangan. sesuatu seperti kau.



bisikanbusuk.blogspot.com
0

dijarimu...

...


di permukaan mataku kau menuliskan luka, lalu memaksa bibirku yang sedang kau lumat dengan ucapan perpisahan membacanya kata demi kata. kita begitu fasih menghancurkan pilihan dan tak pernah tahu bagaimana cara mengembalikan.


sementara airmata sibuk mencari jalan pulang, takdir melingkar tenang di jarimu serupa kegagalan yang memaksa untuk diingat. aku tak mampu menulis di tanganmu sebab sebuah genggam tak cukup menahan puluhan rencana kepergian. kita begitu hapal cara saling menemukan tapi tak pernah paham bagaimana cara bertahan.

di dadamu ada tulisan yang tak pernah selesai. tentang rindu yang lumpuh di tengah jalan dan cinta yang mekar di tempat lain. jauh dari yang tak akan kembali. jauh dari yang tak pernah terjadi.


bisikanbusuk.blogspot.com
0

ini senjaku, Drina

...


begini senjaku, Drina. saat luka tak lagi mengenal waktu dan penantian terasa abadi, sementara merah bukan lagi darah tapi sepi yang enggan pergi, mungkin di sebuah dermaga kau akan menyaksikan satu-dua kapal antah berantah mengangkut pulang kenangan entah milik siapa, milik aku yang telah lama tenggelam di dasar diammu, atau milikmu yang telah terbang bersama serak suaraku

mengucapkan perpisahan yang kita tau sama-sama berat
mengucapkannya lirih dalam satu pelukan
yang tak bisa lebih erat

begini senjaku, Drina. mungkin di dermaga itu kau tak akan bertemu aku, hanya menghitung detik demi detik dengan lancang berkejaran dan mengharapkannya mati atau beku. tapi ada beberapa pertemuan yang tak boleh terjadi karena luka setelahnya akan membuat sepi di bibir kita saling mengucap benci.

biarlah hening yang kau dan aku simpan berlayar dalam kapal yang berbeda
biarlah cahaya yang jingga menyala di matamu pergi, Drina
itu bukan senja kita.



bisikanbusuk.blogspot.com



0

aku mungkin lupa

...


aku mungkin sudah lupa,
bagaimana rasanya tertawa bahagia saat kita berdua

aku mungkin sudah lupa,
bagaimana rasanya menangis ketika jarak yang akhirnya berbicara

aku mungkin sudah lupa,
bagaimana rasanya rindu yang tertahan dalam jemu kita

aku mungkin sudah lupa,
bagaimana rasanya indah saat akhirnya kita bisa bertemu bahagia

aku mungkin sudah lupa,
bagaimana rasa nyaman itu ketika suaramu kembali ada

aku mungkin sudah lupa,
dingin malam itu ketika aku harus menjemputmu saat gelisah berkuasa

aku mungkin sudah lupa,
lebat dingin hujan malam itu yang kita habiskan saat berdua

aku mungkin sudah lupa,
hangat harum nafasmu ketika aku dalam ketakutan yang luar biasa

aku mungkin sudah lupa,
nyaman suaramu ketika amarahku  yang tak mereda

aku mungkin sudah lupa,
berapa banyak malam yang kita habiskan hanya untuk tertawa bersama,
berapa banyak detik yang kita habiskan untuk sebuah album cerita,
berapa banyak kenangan yang kita tulis berdua,

aku mungkin sudah lupa,
tentang kita berdua,
 tentang itu semua,
tentang kita,

tapi satu hal yang tak mungkin dapat ku lupa,
bagaimana caramu mengakhiri cerita kita,
dengan menghadirkan dia;
iya, dia.


kenapa ada, dia??
0

#keakuanku

...

Kemarin getar itu tampak begitu nyata. terpendar begitu saja dari cangkang keakuan yang merama-rama di tepian senja. Hari ini, getar itu menggamit ragu. Tak terhunus karena diammu menengahi segala ruang.

Tapi sungguh, getar itu tak pernah hilang. Damba itu juga masih setia bersemayam dalam adaku.

Jika ini memang cinta, aku hanya tahu bagaimana cara mengungkapkannya dalam ketelanjangan apa adanya; dengan segenap raga, hati, dan jiwaku yang mengulum kepasrahan tanpa syarat.

Masihkah ragu menutup mata hatimu? Mestinya kamu tahu...awal yang kita jejak, semua mungkin terasa hanya menjadi sekelebat mimpi saja. Tapi kita tak pernah tahu, kalau rasa itu tiba-tiba sudah ada di depan mata. Dan tahu-tahu...semua berubah menjadi begitu nyata; #dearyou.

... 
0

#sepi

...

sapaku mulai tertatih mencari jejakmu
tak kudengar lembut bisikmu mengusik sepiku
berbisiklah meski hanya berdesir bersama angin
tak apa.  aku hanya ingin mendengar suaramu detik ini
itu saja!
karena ternyata, sepiku tak usai
menyergap sadarku dari puing keterasingan

rinduku pun tak usai
merapal namamu dari jerit ketakutan
cintaku pun tak juga usai
memasung hatiku hanya untuk satu namamu
apakah ini nyata atau semu?
apakah ini janji atau semata ilusi?
hanya kalam batinmu yang mampu mengurai
aku hanya mampu mengibarkan bendera tanda
selebihnya, biarlah dirimu yang mengulur benang talinya
itu saja.


_emka
2

#apaadanya

...

aku tak pernah berpikir mencintaimu, walau cuma sekejap
tapi yang terjadi tak ubahnya alur nasib yang terbalik
aku mencintaimu sejak kali pertama
saat lembut sapamu terucap dan mata lugumu menggugat
tanpa kusadari lajunya, satu tahun sudah aku menunggumu
mengurungku dengan cinta satu-satunya
kubela tanpa harus aku bertanya-tanya
bukankah cinta memang tak pernah butuh alasan, meski cuma satu huruf?!
sepertinya, iya...!

inilah saatnya kuluruhkan keakuanku?!
mendakwa satu rindu untukmu
menepikan setiap inci logika menjadi cinta
yang seiya berdamai dengan palung jiwa
sepertinya, aku harus melakukannya!
bukan semata rindu yang mengerontangkan bejana asa
tapi lebih karena tulus yang menasbihkannya
apa adanya, begitu saja!

...
0

#luka

...

aku patah
saat kusadarkau tlah beranjak pergi dari tepiku
membiarkanku termangu diam tertusuk kecewa
kau sudahi cerita rindu
dengan bahagia yang bukan untukku

apakah kau tahu
kini hanya ada lara yang tertinggal
satu demi satu membunuh setiaku
bersama sepi menyulutkan benci
bertahta dalam palung hati

kini semua telah usai
kau buat kumerasakan damba semu
apa yang kuyakini cinta
tak berarti apabagimu
dan hatimu tak pernah kau sisakan,
untuk diriku

aku pergi karena mencintamu...


...
0

#semestamu

...


Satu-satunya kesalahanku adalah mencintaimu. Kesalahan berlapis yang kusyukuri.

Karena tak pernah ada penyesalan yang mengikuti.
Karena bisa mencintaimu, adalah sebuah keajaiban sempurna yang mengakar lekang dalam barisan hari. 
Hari itu —ketika kita bersama mengucapkan janji, tunduk teduh pada keakuan hati, detik ini dan selamanya, nanti.
Absurd tapi absolut.
Begitu mengagumkan kemiripan antara cinta dan kegilaan.
Dua-duanya serba tak terduga.
Rinduku padamu telah membumihanguskan kewarasan, itulah nyatanya.
Seperti nyala lilin yang membakar dirinya hingga luluh lantak pada ketiadaan.
Menjadi awal seperti sedia kala, senyawa dalam dirinya tanpa api yang berpijar sebagai titik pengakhirannya.


_emka
0

#ruang

...


Di ruang tanpa kata, rindu itu tersandera. Menjadi tahanan di taman kota yang tak lelah memproklamirkan janji-janji penyatuan. Riuh menggelitik getar yang lama tersimpan di tebing ketakutan.

Di ruang tanpa kata, rindu itu tunduk teduh pada keakuan perasaan. Setia berkelok pada muara hati yang bernaung atas nama cinta. Tanpa syarat,  merelakan diri berkubang tawa-merekah dan peluh-gelisah yang silih berganti memamah bahagia juga luka.

Di ruang tanpa kata, kesetiaan itu tetap terjaga. Menunggu datangnya masa saat perjamuan mencetak nyata. Dua wajah bertemu, saling tatap dari kedalamannya dan menghidangkan cinta sebagai menu utama yang merunut pada mata hati, senyatanya.


_emka
0

#sematamu

...


Rindu. Satu satunya kemewahan yang kumiliki. Ada padamu, titik! Selalu ingin kuberi dan tak ingin kuingkari.

Pada larik-lariknya, aku bisa berkaca tentang dambaku yang merajuk senyap, dan memendarkan getar pesakitan. Setia tergopoh berlari ke arahmu, kapan pun itu.

Adalah semata dirimu yang membuat diriku merasa luar biasa.

Adalah rekah-tawa dan lebam-tangis yang membuat kebersamaan kita selama ini menjadi berharga dan bermakna.

Adalah dirimu, semata sebab yang menghadirkan bahagiaku berlinang air mata.


_emka
Back to Top