0

Mari Berjalan-Jalan, Nona.

.

Nona, sudahkah kau mengenali seluruh bagian tubuhmu?

Tahukah kamu?

Di kerling matamu aku pernah bersembunyi menyimpan senyum yang berserakan seperti remah roti.

Di jantungmu aku pernah menari-nari, detakmu yang menjadi iramanya, bertelanjang kaki.

Di kepalamu, aku pernah bermain ayunan, menelusuri prosotan meluncur dan turun d hati. Sesampainya di sana, ada trampolin. Aku melompat-lompat dengan riang dan begitu lelah hingga aku segera ke  lenganmu. Di situ hangat, aku suka.

Aku juga sering bermain di telingamu. aku mengalirkan suara dan membiarkannya menggema disana. Entah iseng mengeja namamu, cerewet mengingatkanmu, berbisik manja, atau menyanyikan melodi rindu.

Aku juga sering mengunjungi mata kakimu, di situ aku akan membawa kamera, ku potret langkah-langkah yang kau pijak, kemanapun di seluruh dunia.

Aku juga suka duduk-duduk di sela jemarimu. Di situ daerah hangat kedua setelah lengan. Maaf, aku suka tak sengaja tertidur disana.


Jadi Nona, sadarkah kamu?

Ada aku yang menjejaki semuamu.

Ada aku yang ingin menjadi udaramu.




oleh Rahne Putri.

soundcloud musikalisasi


.
0

Untuk Sebuah Rindu

.




Atas segala kesederhanaanmu, keceriaan, peluh dan bahagiaku,
aku merindukanmu, Jogja.



.
0

Gerimis Pagi

.




...dan pada sebuah gerimis pagi, bumi sedang menuliskan puisi kehilangannya.
tentang kita, yang tak pernah lagi ada.



.
0

Tentang Sebuah Kerinduan

.



Kerinduanku sudah diambang pesakitan,
kepada sunyi,
sampaikan salam untuk anak rinduku, disana.
Dia telah basah oleh air mata, dia sekarat.


.

0

Secangkir Purnama

.



Secangkir Purnama; 
tempat pikiran-pikiran tersembunyi berenang ke tepi kepulan asap kopi.



.
0

selaksa hujan

.



...and i love rain, with all its painful things.


.
0

selalu, sama.

.



"Dan saat semuanya menjadi terbalik, aku masih akan melihatmu dengan sama"
_Ne.



.
0

Jangan datang, dulu!

.


Jika Tuhan mengijinkan, 
cinta bisa datang dari tempat beribadah yang berbeda.

Jangan datang dulu, Tuhan belum setuju!

Malaikat pun menangis,
ketika sebentuk cinta mengaku memiliki dua Tuhan yang berbeda.
Tuhan tersenyum di atas sana,
kita yang memanggil namanya dengan berbeda.
Siapa tahu di atas sana Tuhan menyetujui perbedaan kita.

Jangan tanyakan aku,
bagaimana rasanya berpisah karena cara berdoa yang tak sama.
rasa itu belum ada namanya, asing.

aku suka mendengarmu mengaji,
kamu suka mendengarku bernyanyi.
Tuhan memang pecinta yang hebat
sampaikan salam untuk Tuhanmu.
Terima kasih karena kamu dicipta lalu tak boleh kucinta.

Bagaimana mungkin Tuhan bisa digadaikan,
milik kita saja bukan, kita miliknya.
Aku kira itu baru benar.

Darimana kamu tahu kalau kita berpisah,
Tuhan kita masing-masing tidak menangis?
Tolong beritahu aku,
apa perbedaan cinta ciptaan Tuhanmu dengan ciptaan Tuhanku?

Jangan pernah bilang kamu tidak kuperjuangkan,
aku hanya tidak sampai hati jika cintamu kepada Tuhanmu berhenti.

Rumah Tuhan kita bersebarangan, kita bisa bertemu di tengah jalan.
nanti kalau sudah dipanggil, kita sama-sama pulang.

Tuhanmu menciptakan engkau terlalu indah,
bahkan sangat indah.
sekarang, kalau aku jatuh cinta kepadamu, apa Tuhanmu marah?
tolong tanyakan Tuhanmu,
bolehkah aku yang bukan umatNya mencintai hambaNya??



_asya.


Back to Top