0

hmmmm,, jorok! tp manfaat!

...
ni, aku baru dpt tulisan bagus dari kaskus, ya semoga info ini bermanfaat...
selamat membaca...

Bahaya Membersihkan Lubang Pusar


Pusar adalah suatu tanda lubang tertutup di atas perut, yang sengaja dibuat ketika tali pusar dilepas dan dipotong dari perut bayi yang baru lahir agar terlepas dari plasenta ibunya. Semua makhluk mamalia yang berplasenta pasti akan mempunyai pusar. Pada hewan umumnya pusar hanya terlihat seperti garis tipis yang samar.

Kotoran pada kulit (daki/ bolot ), meskipun setiap hari kita sudah mandi, kotoran ini tetap ada. Ini disebabkan karena sebenarnya daki itu bukan cuma kotoran. Setiap hari ada sel mati yang mengandung keratin gugur dari permukaan kulit dan minyak yang keluar, semua bercampur bersama kotoran, itulah yang menjadi daki. Sel kulit mati dan minyak yang terkumpul pada lubang pusar menjadi kotoran di sana. Tetapi kotoran pusar itu tidak boleh dibersihkan.

Kenapa lubang pusar tidak boleh dibersihkan?
Kulit yang terdapat pada pusar lebih tipis daripada kulit pada bagian tubuh yang lainnya. Jadi, jika kulit dianalogikan sebagai dinding kastil, pusar dianggap sebagai pintu gerbangnya. Ingatkah anda, dulu waktu anda masih dalam kandungan ibu, pusar menjadi penghubung antara ibu dan anak. dan sekarang pintu itu sudah tertutup.

Pintu merupakan titik lemah dari suatu kastil. dan pintu ini harus senantiasa kita jaga, karena jika pintu ini anda rusak sendiri dengan mengorek-korek atau membersihkannya yang akan menyebabkan pintu retak, anda yang akan rugi sendiri. Bagaimana tidak, anda telah membukakan jalan pada jutaan musuh yang telah menunggu di sekeliling kastil anda.

Walaupun di balik kulit masih ada pertahanan lainnya (Antibodi, makrofag, dll), apa salahnya jika anda menjaganya, karena tidak ada yang bisa menjamin prajurit anda di balik dinding kastil akan menang atas serangan musuh.


0

3 Golden Principles To Success Of All Time

...



Do you want to learn how you can be successful and make all your dreams come true. If you do, this will be the perfect article that you cannot miss. What you are going to discover below are the 3 golden principles to success of all time.
You just need to follow through and apply these principles. You have to work on them in order for them to work their magic on you and your life. So are you ready to discover these principles? Here they are…

1. The first and the most important principle is to understand that you are the one that is responsible for your life. Yes, you have everything that you need to live the kind of life that you desire. You are the one that is in control of your life. If you are not living the life that you wish right now, it is because of your own decision and action that have created it. And the good news is that you can decide now to change it. You have the power to change, to do something and to create the future that you always wanted. So take full responsibility from now and never blame anyone or anything.

2. The second principle to success that you must learn is called commitment. This is a very important principle because it will decide whether your dreams will become a reality in the future. When you are fully committed, you are willing to take whatever action to make it come true. You are willing to stay up late until 3am to get your work done, simply because you are committed. Thus, you must do the same thing toward your dreams. You have to be committed to your dreams. If you read the success stories of all successful people out there, you will discover that they all possessed this principle and they put in 100% commitment to make their dreams a reality.

3. Finally, you must develop passion for what you want to accomplish in the future. Think about it, when you are passionate in something, will you pour in more effort and put in more heart to do it? You know the answer. This is the key to live an extraordinary life. When you are passionate with your dreams and what you do, you will be able to do it better, have more motivation and are driven to produce amazing results in your life. This is how great people are able to do it.


0

The 3 Characteristics That Will Make Your Dreams A Reality

...


Do you have a dream that you would like to achieve? Do you want to learn how you can live your dreams and become successful in your life? This is exactly what you are going to learn in this article. You are about to find out the 3 characteristics of extraordinary people that can make you successful in your life.
What you have to do is to make these characteristics yours and make them your habits. Do you know that it is what you do each day that will determine the results that you get? Thus, it is what you do that will make sure your success in life. So adopt these characteristics and you will have no problem making your dreams a reality.



1. The first characteristic that you need to develop is to consistently focus on your goals. Of course, you first need to have a goal before you can focus on it. Therefore, find out what you want to accomplish in your life right now and think about it all the time. The reason for this is so that you will program what you want to achieve into your subconscious mind. When you stay focused on something that you want, you will actually be more productive, more motivated and with more drive, and most importantly, you will take action and move toward it.

2. Second, all successful people are committed toward their dreams. How important are your dreams to you? Are you willing to sacrifice for your dreams? Great and extraordinary people are serious and fully committed toward what they want. They will do whatever it takes to move toward their ultimate destination. When you make this one of your characteristics, you definitely will have no problem achieving what you want in your life. You will be willing to wake up earlier, stay later, take more action, be more hard working, put in more effort and learn more about your dreams. This is why this habit is so crucial.

3. Finally, adopt the characteristic of doing something each day. You just need to make sure that you are moving toward your goals and your dreams everyday. This is how you can produce the results that you want and achieve your dreams. Therefore, make sure you take action each day. No matter what action you take, just make sure you are consistently moving forward. If you do this, your dreams will definitely become a reality.



0

mitos melepas baterai

...


Banyak dari kita berpikir bahwa membiarkan baterai yang sudah terisi tetap terpasang saat laptop terhubung sumber AC dapat memperpendek umur baterai, bahkan merusak baterai. Saya pun berpikir begitu.

Sebagian orang menduga bahwa arus yang dialirkan dari adapter terus mengalir ke baterai dan baterai terus menyuplai daya ke laptop. Sedangkan kita juga tahu bahwa semakin sering baterai melepas muatan dan diisi ulang, makin cepat juga baterai itu kehilangan daya muatnya. Mungkin dugaan seperti ini yang membuat orang khawatir akan umur baterainya.Padahal sebenarnya tidak seperti itu.

Perlu atau tidaknya kita melepas baterai tergantung bagaimana kondisinya. Tapi pastinya, membiarkan laptop tetap terhubung adapter tanpa melepas baterai tidak akan merusak atau mempengaruhi umur baterai karena setiap baterai pada laptop sudah dirancang sedemikian rupa sehingga saat baterai sudah penuh atau 100% charged, baterai akan berhenti menerima energi. Dengan kata lain, energi yang dialirkan dari adapter akan di-bypass langsung menuju sistem power supply laptop.

Namun, ada kondisi dimana kita harus melepas baterai, yaitu saat laptop mengeluarkan panas berlebih. Misalnya saat laptop digunakan untuk pekerjaan berat terus menerus seperti menjalankan game. Saat hardware laptop mengeluarkan panas berlebih, panas tersebut akan turut memanasi baterai. Nah, panas inilah yang dapat merusak baterai.

Jadi, jelas sudah, kita tidak perlu melepas baterai laptop saat terhubung ke adapter pada penggunaan normal yang tidak menghasilkan panas berlebih. Sebaliknya saat laptop mengeluarkan panas berlebih, tentu melepas baterai laptop sangat diperlukan untuk memperpanjang umur baterai.


:dari berbagai sumber
0

sebuah cerpen inspiratif

...
surat cinta untuk Aa'

Aku biasa memanggilnya “Aa”, sebutan sayang yang aku berikan untuk suamiku dan juga sebutan untuk nama panggilannya ketika berdakwah untuk menebarkan kebaikan.
Betapa bersyukurnya aku, memiliki suami sangat sabar dan penyayang seperti Aa, bukan hanya kepadaku, namun juga kepada ketujuh anakku, dan Aa juga selalu berpesan agar kita selalu menebarkan senyum, cinta dan salam kepada sekalian Umat manusia tanpa memandang latar belakang apapun.
“Nani, kamu yakin nak, mau menerima lamarannya?” begitu ungkap Abah kepadaku dua puluh tahun lalu, ketika aku menerima lamarannya yang dititipkan Ustad Syarifuddin kepada Abah, sementara kala itu aku hanya mengangguk tanda setuju.
Aku memandangnya bukan karena Aa adalah seorang laki-laki dengan banyak harta, uang, dan lain sebagainya. Namun, aku melihat kegigihannya. Pernah sepulang dari pasar aku naik angkotan umum, sambil mencari penumpang. Supir angkot itu terus membaca buku-buku tehnik yang tebalnya hampir menyamai kamus, aku sempat tertegun.
“Subhanallah, supir angkot di terik matahari yang mulai menyengat ini, suara bising dari kanan dan kiri para kondektur yang berebut penumpang, sementara di sini ada seorang supir yang tekun dan diam membaca buku,” begitu bisik hatiku kala itu.
Ternyata Ustad Syarifuddin menjelaskan kala itu Aa memang bekerja sebagai supir untuk membiayai kuliahnya di Jurusan Tehnik Elektro. Bukan hanya itu saja ternyata Aa bersama teman-temannya melalui Lembaga Mahasiswa Islam juga merintis usaha wiraswasta pada bidang kecil seperti pembuatan stiker, kaus, gantungan kunci, dan lain sebagainya. Ada rasa bangga dan syukur yang luar biasa yang aku panjatkan kepada ALLAH SWT pencipta alam kala itu.
Aa selalu mengingatkan aku untuk tidak pernah lalai dan melupakan salat malam, sebagai isteri, aku memang mengaguminya, Aa tidak pernah menggurui, namun bahasa lembut yang datang dari bibirnya merupakan tuntunan untukku dan juga anak-anakku agar selalu bersyukur, rendah hati, dan ikhlas juga menghindari Takkabur.
Kebiasaan yang aku tidak pernah lupa adalah, Aa selalu mengajakku naik sepeda untuk tiba dikantor yang dirintisnya dari nol, meski kantor itu terletak tak begitu jauh dari rumah kami, kata Aa begini “biar mesra ya umi”, dan aku tersenyum saja.
Jadwal Aa untuk berdakwah semakin banyak, Pondok Pesantren kami semakin ramai dikunjungi orang dari berbagai daerah, terutama jika liburan tiba, kata Aa begini padaku suatu pagi “Ini Nikmat Allah SWT ya umi, namun kita sebagai manusia tidaklah boleh Takabbur, namun harus dapat terus menjaga nikmat ini dengan baik dengan cara kita harus selalu bersyukur ya umi,” aku tersenyum penuh cinta memandangnya.
“Aa semakin banyak ya dikagumi ibu-ibu,” begitu kataku pada Aa suatu pagi. Lalu Aa hanya tersenyum dan berkata “Alhamdullilah ini umi, dicintai orang kita harus bersyukur, karena cinta itu adalah doa, apalagi jika kita dicintai banyak Umat, Insya Allah kita semakin banyak didoakan, semakin sayang ALLAH SWT dengan kita dan keluarga ini ya umi,” begitu kata-kata Aa meneduhkan hatiku yang gersang.
Ternyata, bukan hanya Aa yang banyak diundang untuk menjadi penceramah di berbagai stasiun TV dan acara lainnya, namun nikmat juga datang pada diriku, aku juga semakin sering diundang untuk menghadiri dan memberikan sedikit ilmu yang aku miliki untuk berbagi kepada umat, yang paling membahagiakan adalah ketika para tamu yang datang ke Pondok Pesantren kami meminta aku dan Aa untuk berfoto bersama di samping para tamu yang kebanyakan adalah ibu-ibu.
Subhanallah, Terima Kasih ALLAH SWT atas nikmat MU.
Setiap hari, Aa selalu mengingatkan aku dan ketujuh anakku untuk membaca Ayat Suci Al Quran meskipun hanya satu ayat, tak lupa dengan terjemahannya, “agar kita lebih mengerti betapa nikmat karunia yang ALLAH SWT berikan kepada UmatNya dan agar kita tak lupa untuk selalu bersyukur,” begitu ungkap Aa kepada anak-anak.
Dua puluh tahun, aku mengarungi kehidupan rumah tangga bersama Aa, namun aku merasa seperti baru seminggu lalu, itu semua karena Aa selalu sabar membimbingku dan ketujuh anakku dengan cinta dan kasihnya.
Saat itu, ketujuh anakku sudah tidur terlelap, aku masih ingin membaca petikan-petikan Ayat Suci Al Quran yang setiap baitnya membuat raga dan nuraniku tergetar akan kekuasaan ALLAH SWT yang begitu besarnya.
Tiba-tiba Aa menghampiriku, “Umi, Aa ingin bercerita ya pada umi dan meminta pendapat umi,” aku tersenyum dan tangan kananku meraih wajahnya yang terlihat letih.
“Silahkan Aa, ada apa?” kataku kemudian
“Begini umi, bagaimana pendapat umi tentang Rani,” hatiku tergetar, tak biasanya Aa menanyakan seorang perempuan padaku dengan raut wajah yang begitu seriusnya.
Aku masih mengamati wajahnya, wajah yang dua puluh tahun aku lihat pagi, siang dan malam, “cantik Aa dan pintar, pekerjaannya juga cepat,” kataku dengan jujur.
“Umi, tanpa ada maksud menyakiti hati umi, Aa berniat untuk menikahinya sebagai jalan keluar darurat, karena menurut seorang sahabat, Ibunya sudah Stroke dan ayahnya sudah uzur dan pikun, Rani juga janda dari tiga anak, dan dia harus memikul tanggung jawab keluarganya seorang diri, jika umi tak berkeberatan hati, mohon umi ikhlas untuk membantu Aa menanyakan kebenaran kabar ini pada Rani,” begitu ungkap Aa yang aku yakin dengan berat dan berusaha jujur dengan hatinya.
“Baik Aa, nanti akan umi tanyakan kebenarannya dan berikan umi tiga hari waktu untuk bertahajud dan meminta petunjuk ALLAH SWT,” ungkapku pada Aa kala itu.
Hari pertama, aku menemui Rani, untuk berbincang dari hati ke hati padanya, dan pernyataan Aa atas kabar itu memanglah benar, ketabahan dan kesabaran Rani membuatku kagum sebagai seorang perempuan.
Malam demi malam aku bersujud pada Allah SWT pencipta alam meminta kebaikan, diberikan petunjuk dan hati yang ikhlas seperti yang Aa ajarkan.
Hingga pada akhirnya aku menyetujui permintaan Aa, sebagai perempuan biasa hatiku tentulah hancur, namun berusaha untuk lebih ikhlas dan berbagi dengan sesama, tidak dengki dan iri hati, itulah yang harus aku terus perjuangkan sebagai umat dan makhluk Allah SWT.
Aa, kini aku berusaha ikhlas, mungkin Allah SWT sebagai pencipta alam semesta dan isinya marah kepadaku, kemarin saat aku bersama Aa selama dua puluh tahun aku terlalu mencintai Aa melebihi cintaku pada Allah SWT, dan saat ini Allah SWT menegurku bahwa tidak ada cinta yang lebih sempurna melebihi cinta NYA kepada seluruh umat NYA.
Aa, hatiku bertasbih, bersenandung dengan cinta yang terbatas, bahwa sebagai perempuan yang pernah sepenuhnya bersamamu, maafkanlah aku jika pernah menyakiti hatimu, namun selama dua puluh tahun bersamaku, kau selalu melatihku untuk tidak mencintai dunia dan isinya, karena semuanya adalah ciptaan Allah SWT yang maha kuasa.
Aa, dahulu saat kita bersama-sama membangun menara untuk rumah tempat tinggal kita, maafkan aku pula jika pernah lupa tertidur karena kelelahan mengurusi anak-anak kita dan aku tak terbangun untuk membuatkanmu secangkir minuman kala kau pulang larut malam. Saat ini, aku memang sangat mencintaimu Aa, bahkan mungkin semua orang memujimu, namun di saat aku begitu mencintaimu, di saat itu pulalah keikhlasanku diuji.
Aa, mungkin Allah ingin memberi hikmah dari kejadian ini, karena kita sedang diuji dengan kemudahan dan kenikmatan yang tak terhingga juga penghormatan. Tanpa umi sadari Allah SWT mungkin pernah mendengar bisikan hati umi, “Inilah saya yang paling hebat, yang dapat mengantarkan suami saya kepada gerbang kesuksesan,” lalu Allah SWT marah dan memberikan Aa kekuatan untuk mendatangkan seorang perempuan yang saat ini Aa pilih sebagai istri.
Aa, hikmah yang Umi petik dengan poligami ini adalah berusaha untuk tidak dengki dan iri hati kepada orang lain, lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena jika dengki maka akan terhalang saya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sang pencipta alam.
Malam ini sehabis saya membaca Ayat-Ayat suci Al Quran, Umi baru mengerti, kalimat yang terkandung di dalamnya bahwa “Kita harus mencintai saudara seiman seperti kita mencintai diri sendiri”.
Sekarang ini, kita jarang bertemu Aa, anak-anak selalu bertanya, “Umi, abah pulangnya masih lama ya?” lalu aku selalu menjawabnya “Ayu kita berdoa sama Allah SWT biar abah cepet pulangnya dan kerjaannya di Jakarta segera selesai dengan baik,” kemudian kami membaca Ayat-ayat suci Al Quran bersama-sama seperti yang Aa ajarkan padaku dan anak-anak.
Aa, hatiku terluka, atas hujatan yang orang-orang berikan pada Aa, bagaimanapun aku mengerti, bahwa itu adalah jalan terbaik yang diberikan Allah SWT untuk keluarga kita dan hikmah agar umi menjadi perempuan yang lebih kuat.
Umi sangat berterima kasih kepada teh rani, karena umi dapat berevaluasi, berlatih untuk berbagi dan tidak dengki juga berlatih untuk memaafkan orang yang sepertinya menyakiti.
Aa, maafkan umi, hati tidaklah dapat didustai, kadar umi sebagai seorang perempuan yang pernah mencintai Aa tanpa berbagi terkadang timbul di permukaan, bagai sungai yang bergejolak dengan arung derasnya gelombang. Bagaimanapun, umi akan menjaga semua kasih sayang Aa di hati, seperti umi akan selalu menjaga ketujuh matahari kita dengan pengabdian yang tiada tara pada Allah SWT sang pencipta kepada umat NYA.


cerita pendek ini karya Esti Pramestiari, lahir dua puluh tujuh tahun lalu, lulusan Magister Ilmu Komunikasi Jurnalistik. Penulisan karya-karyanya berkaitan dengan realitas sosial dalam kehidupan. Karya-karyanya berupa cerpen, puisi, artikel, dan sebagainya telah menghiasi beberapa surat kabar cetak dan online, juga tabloid. Karyanya yang telah dimunculkan dalam Kompas.com antara lain "Perahu Kertas", "Perempuan Dimadu", "Wanita Penghibur", dan "Perawan Tua".

...
0

sebuah dilema

...
esensi sebuah 'final exam' & nilai


udh lama aku pgn bgd nulis tentang hal ini, akhirnya kesampaian juga setelah kemaren tiba-tiba aku nemuin suatu hal yang tidak sengaja.
tepatnya Senin lalu, 04 ApriL 2011, waktu aku lagi ujian. Tiba-tiba mataku menemukan sebuah kalimat yang cukup membuatku tertohok.

gini tulisannya,, 
"esensi sebuah ujian itu apa?
coba kalau ga ada kalkulator,
kalian pasti akan lebih pintar!"

nah, disini aku mau menyoroti tentang 'esensi sebuah ujian' (...dan nilai atau IP tentunya) serta 'adanya kalkulator'
mungkin kalian yang bukan kuliah di tempatku, Jurusan Teknik SipiL dan Lingkungan FT UGM, akan bertanya-tanya kenapa aku mengangkat 'sebuah kalkulator'??
tapi mungkin aku mau membahas mengenai dua hal tersebut secara bersama, tidak di tulisan yang lain karena menurutku kedua hal itu juga berhubungan.

sebelumnya,,
tulisanku ini sama sekali tidak ada maksud memojokkan suatu pihak atau menjelekkan pihak tertentu, tapi ini hanya sebuah uneg-uneg pribadi aku yang aku angkat di blog ini, jadi murni pendapatku pribadi. jika ada pendapat, silakan 'comment' aja di tulisan ini...

langsung aja,,
ya, sesuatu yang ada dibenakku setelah membaca atau mendengar kalimat 'esensi sebuah ujian' (...dan nilai tentunya) yaitu 'nilai itu bukan segalanya!'
banyak hal tersirat yang ada di kalimat 'nilai bukanlah segalanya!',,

pertama, nilai hanyalah sebuah jalan atau 'tool' untuk mengetuk pintu saat kita mendaftar atau mencari pekerjaan nanti. mungkin ada perbedaan antara mahasiswa 'freshgraduated' yang 'supercumlaude' dengan mahasiswa biasa yang Indeks Prestasinya pas-pasan, dan apalagi dibandingkan dengan mahasiswa yang 'nasakom' (nasib satu koma). Jelas beda, dan pasti beda. Orang yang 'cumlaude' pasti ada nilai lebih saat seleksi tahap awal, seleksi administrasi, tapi inget, ada pertimbangan mengenai softsklill kita, apalagi saat kita wawancara. Tapi, pendapatku pribadi, walaupun aku bilang 'nilai bukanlah segalanya' tapi tetap, tanggung jawab ada dipundak kita. 
Kita dikuliahkan disini bukan hanya sekedar kuliah, tapi ada tanggung jawab moral sendiri yang aku rasain, terutama ke orang tua. dan mungkin caranya berbeda tiap mahasiswa untuk 'mendapatkan' nilai tersebut. sekarang pertanyaan yang muncul adalah 'apa kita disini kuliah hanya untuk mengejar nilai saja? apa nilai adalah segalanya? apa nilai itu indikator kesuksesan kita nanti?'
Tidak!, sekali lagi TIDAK! nilai bukanlah segalanya! Justru ditempatkan inilah kita menimba pengalaman sebanyak-banyaknnya tanpa harus meninggalkan tugas utama kita disini, kuliah!
tapi jangan sampai salah persepsi lagi mengenai tugas utama kita, kuliah, sehingga meninggalkan kesempatan yang benar-benar tidak akan kita dapatkan lagi di dunia perkuliahan ini untuk mencari pengalaman dan meningkatkan softskill seoptimal mungkin. kalian semua pasti sering mendengar bahwa softskill-lah yang menentukan hampir 75% kesuksesan kita nanti. kalian sudah dewasa, tahu mana yang menurut kalian lebih baik. Sekali lagi, ini semua hanya pendapat saya.

kedua, seperti yang udah aku jabarin tadi di point pertama, kita ada tanggung jawab moral sendiri terhadap nilai yang kita peroleh tapi tetap, 'nilai bukanlah segalanya'. Jadi, pendapatku selanjutnya adalah 'nilai itu bisa diusahakan!'
kenapa aku berpendapat seperti itu?banyak cara untuk mendapatkan nilai,,itu keywordnya! mungkin untuk mahasiswa yang ber'idealis kolot' nilai itu harus didapat dengan belajar yang rajin, kuliah selalu berangkat dan rajin serta tanpa usaha kotor untuk mendapatkan nilai itu.
sangat berbeda dengan idealismeku,,nilai itu bakan segalanya dan nilai itu bisa diusahakan.
pernah aku berkata seperti dihadapan orang yang ber'idealisme kolot',,apa respon dia?? "idealisme sesat", katanya!
dan sekali lagi,,nilai bukanlah segalanya dan tanpa mengurangi kewajiban kita berada disini!
ketiga, banyak cara untuk mendapatkan nilai,,halal dan haram! point ketiga ini akan saya hubungkan dengan 'kalkulator'! Sudah menjadi perdebatan dan dilema bagi para mahasiswa dan pengajar mengenai masalah ini. disatu sisi, kalkulator memang dibutuhkan untuk menghitung hitungan yang rumit di sini (ex: analisis dinamika struktur dan teknik gempa, matriks, dll), tapi disisi lain, karena kecanggihan kalkulator itu sendiri, kalkulator tersebut dapat menyimpan data seperti notepad yang disitu ternyata memberi peluang kepada para mahasiswa untuk menyelipkan sedikit jawaban uraian saat ujian.
memang dilema yang sangat rumit dan sangat susah untuk dicari jalan keluarnya. kembali ke diri mahasiswa masing-masing. apakah kalkulator itu dapat dipakai secara bijaksana atau kurang bijaksana...


Sekali lagi, ini hanyalah pendapat saya pribadi. tidak ada maksud untuk memojokkan suatu pihak tertentu, hanya sebuah sharing..
mungkin anda dapat ikut bersuara dalam masalah ini,,silakan comment,,
selamat malam...


Daphoow, 05 April 2011 @KMTS
0

about healthy brain

...

10 kebiasaan yang dapat merusak otak

Otak adalah organ tubuh vital yang merupakan pusat pengendali sistem syaraf pusat. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.

Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya. Sungguh suatu tugas yang sangat rumit dan banyak dan inilah 10 kegiatan yang bisa merusak kerja otak kita

\
great brain
1. Tidak mau sarapan
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.



2. Kebanyakan makan
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.



3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.



4. Terlalu banyak mengkonsumsi gula
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak



5. Polusi udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.



6. Kurang tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak



7. Menutup kepala ketika sedang tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak



8. Berpikir terlalu keras ketika sedang sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikirankita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak



9. Kurangnya stimulasi otak
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita



10. Jarang bicara
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih





semoga bermanfaat...



...

about love..

...

1094 days

cinta...
sesuatu yang sangat sering kita rasa...
saat dia muncul, dunia terasa bahagia...
sampai sebuah jalan hidup baru berkata...
sampai takdir Tuhan berbicara...

memang terasa indah...
memang terasa bahagia...
...dan terkadang menyiksa!

saat kau berbicara tentang hidup...
saat kau berucap kenyataan yang ada...
saat kau mulai menyadari semua...
hanya sebuah pelampiasan...
bukan kita...
bukan cinta!

semua cara telah kucoba...
semua doa telah kupinta...
semua keadaan telah kuraba...
nihil,,
ya, percuma!

Tuhan memang mempunyai cara,,
cara yang berbeda,,
demi kebaikan kita,,
percaya!

cinta mulai Kau tanamkan...
cinta mulai Kau tumbuhkan...
hati mulai Kau percayakan...
Tuhan memang punya cara yang beda...

satu naungan...
satu rasa...
satu bahagia...
satu cinta...

keadaan pun kembali berbeda...
jalan mulai terpecah...
perdebatan kembali ada...
tapi, rasa itu tetap sama...

itulah cinta...
dengan keadaan berbeda...
rasa itu tetap sama...
cinta!

banyak halangan...
banyak cobaan...
namun tetap saja...
rasa itu masih sama...

1094 hari
waktu yang cukup lama...
untuk sebuah rasa...
untuk sebuah cinta...

sampai tiba saatnya...
takdir Tuhan kembali berbicara...
sebuah tembok besar yang tak pernah terlihat...
yang tak pernah terasa...
yang tak pernah disadarinya...
tapi benar-benar ada...

jarak!
sesuatu yang sangat melelahkan...
sesuatu yang sangat menjemukan...
sesuatu yang sangat sulit dipecahkan...

seperti berjalan di tepi sebuah tebing curam...
yang hanya menunggu waktu...
kapan terpelesetnya kita...

hingga tumbuh rasa baru...
hingga muncul ranum cinta itu...
bukan lagi cintaku untukmu...
bukan lagi cintamu untukku...
yang ada,
'cintamu untuknya'

berat,
memang terasa berat...
memang terasa hina...
memang sangat menyakitkan...
dan menyiksa!

saat ku benar-benar mencintaimu...
saat ku benar-benar telah mengenalmu...
saat semua keburukanmu bukanlah menjadi masalah bagiku...
saat aku yang sudah mencintai kekuranganmu...

jalan Tuhan kembali berbicara...
dan sangat berbeda!

aku titipkan dia pada'nya' dan padaMu Tuhan...
jaga dia...
dan biarkan cinta ini dalam sepi...
dalam sendiri...
dalam perih hati ini...
demi bahagiamu!

Daphoow,, Jogja,April 1st 2011 at 23.20
...
Back to Top