0

Untuk Sebuah Rindu

.




Atas segala kesederhanaanmu, keceriaan, peluh dan bahagiaku,
aku merindukanmu, Jogja.



.
0

Gerimis Pagi

.




...dan pada sebuah gerimis pagi, bumi sedang menuliskan puisi kehilangannya.
tentang kita, yang tak pernah lagi ada.



.
0

Tentang Sebuah Kerinduan

.



Kerinduanku sudah diambang pesakitan,
kepada sunyi,
sampaikan salam untuk anak rinduku, disana.
Dia telah basah oleh air mata, dia sekarat.


.

0

Secangkir Purnama

.



Secangkir Purnama; 
tempat pikiran-pikiran tersembunyi berenang ke tepi kepulan asap kopi.



.
0

selaksa hujan

.



...and i love rain, with all its painful things.


.
0

selalu, sama.

.



"Dan saat semuanya menjadi terbalik, aku masih akan melihatmu dengan sama"
_Ne.



.
0

Jangan datang, dulu!

.


Jika Tuhan mengijinkan, 
cinta bisa datang dari tempat beribadah yang berbeda.

Jangan datang dulu, Tuhan belum setuju!

Malaikat pun menangis,
ketika sebentuk cinta mengaku memiliki dua Tuhan yang berbeda.
Tuhan tersenyum di atas sana,
kita yang memanggil namanya dengan berbeda.
Siapa tahu di atas sana Tuhan menyetujui perbedaan kita.

Jangan tanyakan aku,
bagaimana rasanya berpisah karena cara berdoa yang tak sama.
rasa itu belum ada namanya, asing.

aku suka mendengarmu mengaji,
kamu suka mendengarku bernyanyi.
Tuhan memang pecinta yang hebat
sampaikan salam untuk Tuhanmu.
Terima kasih karena kamu dicipta lalu tak boleh kucinta.

Bagaimana mungkin Tuhan bisa digadaikan,
milik kita saja bukan, kita miliknya.
Aku kira itu baru benar.

Darimana kamu tahu kalau kita berpisah,
Tuhan kita masing-masing tidak menangis?
Tolong beritahu aku,
apa perbedaan cinta ciptaan Tuhanmu dengan ciptaan Tuhanku?

Jangan pernah bilang kamu tidak kuperjuangkan,
aku hanya tidak sampai hati jika cintamu kepada Tuhanmu berhenti.

Rumah Tuhan kita bersebarangan, kita bisa bertemu di tengah jalan.
nanti kalau sudah dipanggil, kita sama-sama pulang.

Tuhanmu menciptakan engkau terlalu indah,
bahkan sangat indah.
sekarang, kalau aku jatuh cinta kepadamu, apa Tuhanmu marah?
tolong tanyakan Tuhanmu,
bolehkah aku yang bukan umatNya mencintai hambaNya??



_asya.


0

Ketidakpastian Tentang Kepastian

...

       Malam ini, bulan tepat satu putaran lagi mencapai sempurnanya. Ditemani secangkir kopi hitam panas, asap rokok yang tak berjeda mengepul, dan ketidakpastian akan kepastian. Bukan membicarakan tentang kepastian cinta atau segala macam rekaan mengenai cinta itu; iya, cinta bukan lagi jadi kalimat-kalimat utama pengisi tulisan ini. Kali ini berbeda.

       Beberapa hari terakhir ini Tuhan benar-benar sedang menunjukkan kuasanya atas aku. Atas hidupku. Atas semua impianku. Tepat saat ini, di balkon rumah atas, bulan pun sedang mengajariku tentang hidup. Ketidakpastian akan kepastian. Apa yang benar-benar sudah kita yakini, dengan segala apapun yang mendukungnya, bisa musnah dan harus kita ikhlaskan. Bulan yang sedang begitu indahnya menunjukkan kesempurnaan, bisa hilang lenyap seketika. Tertutup mendung yang pekat. Hilang seketika keindahannya. Iya, sering kali kita melupakan satu hal. Takdir Tuhan. Ketika kuasaNya telah ditunjukkanNya, apa daya kita?

       Mungkin benar, ketika Tuhan telah menunjukkan kuasaNya, kita sudah tak berkutik sama sekali mengenai apa yang sudah digariskannya. Tapi terkadang kita lupa, khususnya aku. Bodoh. Kita masih menghujat. Kita masih menyalahkan. Berguna? Sama sekali tidak. Itu sudah ranah kuasa Tuhan atas hasil dari semua yang telah kita usahakan, kita tidak berhak mencampurinya. Kita sebagai manusia sudah digariskan apa saja yang menjadi kewajiban kita sebagai makhlukNya. Berusaha sekuat tenaga, segila-gilanya, dan meminta yang terbaik. Itu saja. Tidak lebih. Hasilnya? Itu sudah hak prerogatif Tuhan atas kita. Kita sangat tidak pantas mencampuri hal itu. Bukan ranah kita lagi, sebagai manusia.

       Hingga detik ini, sang Sutradara masih mengajariku arti menunggu. Dan aku yakin, apa yang engkau tuliskan untukku, apapun itu nanti, terbaik menurutMu. Tuhan, terima kasih atas semuanya. Aku tahu, tidak ada yang sia-sia atas apa yang telah aku lakukan selama ini. Maafkan aku atas ketidaksabaranku. Tuhan, aku sayang Engkau. :')

Balkon Kamar, 25 April 2013
.
Back to Top