0

kepada seorang kamu.

...


segala aksara yang terlisan pun tak terkata,
segala nafas dan desah pada sebuah tanda kehidupan,
aku mencintaimu disela hidup yang semakin redup,
aku tak tahu dimana dan kapan langkahku kan berakhir,
aku tidak tahu kapan tarianku kan membeku dan tersingkir,
yang aku tahu, kamu ada disini, meski hanya mampir.

aku ini hanya seonggok kecil,
yang mencari dirinya yang hilang hingga ke seberang lautan,
yang ternyata aku nyaris melewatkanmu yang ada di tempat semua ditinggalkan,
meski terpisah, aku tak menyesal karena kamu tetap aku temukan.

sebagai anak manusia yang tidak memiliki kuasa apa-apa,
kepada hujan, kepada lautan, kepada cuaca,
kepada telinga Tuhan melalui semesta,
kusampaikan sebuah pesan sarat harapan dan keinginan,

kepada seorang kamu,
aku ingin mengoyak lagi bilur pilu di hatiku.
kepada seorang kamu,
aku ingin tertawa kemudian menangis dengan alasan yang sama.
kepada seorang kamu,
aku ingin menjadi yang kau sebut, lelakiku.


_elwa

Bahagia itu; iya, sederhana.

salah banget emang kalo buka PC di dekstopnya ada Opera ata Chrome, yang harusnya ada file-file skripsi. terus ajaa hidup kaya gini!! hahaaaa... iya, harusnya sekarang aku lagi dihadapan Microsoft Word, Excel, sama AutoCad buat nyelesein skripsi yang selalu revisi, hahaaa...
gini, mau sedikit share ajaa, tulisan ini lebih buat cewek si, buat para calon istri dan ibu kelak. kemaren ngga sengaja nonton acara di tivi, yang katanya kisah nyata, isinya tu wow!!
cusssss!!

Ada sepasang suami istri. Dua-duanya mempunyai pekerjaan tetap dan seorang anak hasil buah cinta mereka. Karier mereka benar-benar sedang berada di puncak. Mereka benar-benar sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga anak mereka menjadi 'anak pembantu'. Nah, masalah muncul ketika karier si istri lebih bagus dari si suami yang pada intinya penghasilan sang istri jauh lebih banyak dari sang suami. Hal itu berjalan cukup lama, seiring dengan hal tersebut, 'rasa hormat' istri kepada suami terdegradasi, semakin berkurang, (yailah, sekarang doi mau apapun tanpa minta ke suami udah pasti terpenuhi!!). Sang istri benar-benar sudah berada di titik yang luar biasa tidak ada respect kepada suami. Lambat laun, Tuhan memberi teguran, karir keduanya ambruk, baik sang suami maupun sang istri. Nah, mulailah keduanya dari nol lagi. Sang suami mulai mencari-cari pekerjaan sebagaimanamestinya dan sang istri pun melakukan tugasnya sebagai istri sebagaimanamestinya, tugas yang mungkin sangat lama tidak lama dia kerjaan. Iya, disitulah dia merasakan kebahagiaan yang sangat lama dia cari. Kebahagiaan yang sudah lama tidak dia rasakan ketika menjadi atasan di kantor tempat dia bekerja, ketika di memimpin kantornya, ketika tak dipimpin lagi oleh suaminya. bahagia yang tidak dia dapatkan ketika lupa akan gadis kecilnya yang selalu menunggu kedua orangtuanya pulang sampai ketiduran lagi. kebahagiaan yang tidak dia dapatkan ketika lupa menyiapkan sarapan dan teh hangat setiap pagi untuk suami. Dia lupa kebahagiaan itu seperti apa.
Iya, sejak saat itu dia baru menyadari bahwa kebahagiaan seorang wanita yang sebenarnya adalah ketika dia bisa membuatkan teh hangat untuk suaminya setiap pagi, menyiapkan sarapan untuk suami dan menyuapi anak gadisnya, menunggu suami pulang kantor, menemani anak-anaknya yang sedang bermain dan belajar. Iya, Kebahagiaan sejati seorang wanita adalah tentang pengabdian seorang istri kepada suami dan pengorbanan seorang ibu untuk anak-anaknya. Bahagia itu sederhana, kan??

Wuihh!!
0

kamu, lagi!

...

Semua yang telah kita jalani bukan buang-buang waktu, 
apalagi sia-sia.
Setiap detiknya berharga dan bermakna.
Melekang indah pada sejarah semesta.

Sekarang aku percaya.
Kita tidak mencinatai karena kepercayaan,
tapi kita percaya karena kita mencintai.

...dan dalam hujan itu kutemukan 
tawa dan tangis mengeja bahagia bersamamu, 
satu demi satu!!

...dan entah sebagai awal atau akhir, 
aku tetap menginginkanmu sebagai tokoh utama 
dalam setiap inci cerita bahagia dan sedihku!!

Kadang, cinta tak perlu bicara.
Dalam diam pun cinta mampu berkata-kata.
tentang aku,
tentang kamu,
tentang hujan,
dan tentang kita!!

_emka
0

masih ingat?


...
masih ingatkah tentang mereka yang hidup di kolong jembatan?
masih ingatkah tentang mereka yang tak sempat bercanda dengan orang tuanya?
masih ingatkah tentang kaisan recehan yang mereka dapatkan di terik siang?
masih ingatkah tentang mereka yang terbaring lemah tak berdaya?
masih ingatkah tentang mereka yang hanya bisa memandang pilu kemewahan dunia?
masih ingatkah tentang mereka yang tak bisa lagi tertawa karena teringat 'besok makan apa'?
masih ingat??
masih pantaskah tentang semua keluhan kita?
'nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?'

.
0

iya, kamu!


...

Sebab tidak semua yang belum dimulai tak bisa berakhir,
seperti kita; yang nantinya akan menyerah pada takdir.


_cha 
0

Canda Pendusta


...

Diantara sisa rokok dalam asbak usang, ada rindu yang memilih tak ingin usai. Begitu juga tentang kamu, anak mimpi di kuncup bibirmu adalah satu hal yang tak kuasa dipahami sepi dalam puisi.

Sesungguhnya ketiadaan adalah keadaan yang tak Tuhan iyakan. Walau terlanjur candu pada luka yang menjalar, serupa merindukanmu tanpa penawar.

Pada nyatanya, manusia tidak butuh sesiapapun pendusta bahagia.

Seuntaian kalimat suka cita memilih mati, ketika senyummu terbawa pergi sisi rencana, cerita setiap pagi. Mati perlahan, tiap langkah kita terlantukan, sedang rindu sengaja kau tinggalkan.. dan kita satu sama lain kau tunggalkan.

Rindu? rindu sering menjadi budak yang di-nina-bobo-kan mimpinya sendiri.

Seketika, pernah kita sama-sama saling meneduh tenang pada peluk yang kita ciptakan, jauh sebelum kita saling menuduh dan saling menyalahkan.

Terimakasih. Kepergianmu mengenalkanku pada dunia baru, senja tanpa waktu, raja tanpa ratu.

Kita kalah telak oleh waktu, dan kelak kepalaku akan ditumbuhi putih merindumu.

_Gonia
0

kepada waktu, yang mengajariku menunggu.


...

Aku selalu kagum, kepada setiap ketukan detik, yang merangkak pelan-pelan pada jam dinding bundar itu.
Selalu saja penuh rahasia, menyelundup diam-diam, namun tak pernah lupa menanam benih-benih cerita.
Kau, aku, adalah jiwa-jiwa yang menari, berpijak dari satu titik ke titik lainnya, menebar tawa, meluruhkan air mata, melahirkan sebuah peristiwa.
Kepada celah sunyi, malam melantunkan jiwanya,
disela nyanyian-nyanyian angin yang sekilas melintas, menggoyangkan ranting-ranting kurus diujung jalan.
Malam sudah semakin membungkuk, mungkin terlalu takut bertemu pagi.
Rembulan sudah mati, hilang pendarnya ditepi subuh, hanya hening, selebihnya cuma rindu.


_Acho
0

Bob Marley's


...

you say you love rain,
but you use an umbrella to walk under it.

you say you love sun,
but you seek shade when it is shining.

you say love wind,
but when it comes you close your window.

so that's why i'm scared,
when you say you love me.


_Bob Marley
Back to Top